Peternakan Kambing Etawah

By master - Posted on 08 April 2009

Ternak kambing di Indonesia memainkan peran yang penting sebagai sumber pendapatan dan mengurangi kemiskinan (Devendra and McLeroy, 1982; Adjisoedarmo, 1991; Sodiq, 2005; FAO, 1999) disamping itu berperan sebagai pemacu program nasional untuk peningkatan konsumsi protein hewani per kapita. Kontribusi ternak kambing terhadap petani adalah substansial. Sabrani dan Knipscheer (1995) melaporkan rataan sumbangan ruminansia kecil terhadap total pendapatan usaha tani sangat berarti, yaitu 17, 26 dan 14 persen masing-masing untuk dataran rendah, perkebunan karet dan dataran tinggi. Kambing dipelihara dengan beberapa tujuan yaitu untuk memenuhi kebutuhan material, adat dan hiburan petani. Keuntungan pemeliharaan kambing sebagai berikut: (a) tambahan pendapatan, (b) penyediakan protein hewani (susu dan daging) yang sangat penting untuk pemenuhan gizi, (c) merupakan tabungan sehingga menciptakan rasa aman dan tenang, (d) menciptakan lapangan kerja termasuk pemanfaatan yang efektif dari tenaga kerja keluarga, (e) mempertahankan kesuburan lahan pertanian, (f) mengubah limbah pertanian dan industri hasil pertanian menjadi bahan hewani yang sangat bermanfaat (daging, susu dan kulit), (g) nilai sosial, serta (h) hiburan.
Populasi ternak kambing pada lima tahun terakhir (2001-2005) cenderung meningkat, pada tahun 2001 sebanyak 12,46 juta ekor menjadi 13,18 juta ekor pada tahun 2005. Populasi terbanyak adalah di Jawa Tengah mencapai 3 juta pada tahun 2005 (Dirjen. Peternakan, 2005). Bangsa utama kambing yang ditemukan di Indonesia adalah Kambing Kacang dan Peranakan Etawah (PE) (Edey, 1983). Kambing Kashmir, Angora dan Saanen telah juga diintroduksi di waktu lampau, tetapi hanya kambing Etawah yang dapat beradaptasi dengan kondisi dari sistim pertanian Indonesia (Utoyo, 1995). Kambing Marica adalah
suatu variasi lokal dari Kambing Kacang yang ditemukan di Sulawesi.
Susu kambing (Peranakan Etawah) memiliki banyak manfaat sebagai sumber protein serta berkhasiat sebagai obat (Sodiq dan Abidin, 2005; MediaWiki, 2006). Susu kambing memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan susu sapi maupun air susu ibu. Susu kambing memiliki daya cerna yang tinggi, tingkat keasaman yang khas, kapasitas buffer yang tinggi, dan dapat digunakan untuk mengobati penyakit tertentu (Info-Sehat, 2006).
 

Lokasi: Bumelar

Fasilitas:

  1. Fasilitasi pembebasan tanah
  2. Fasilitasi membangun kemitraan
  3. Perijinan dalam satu paket

Insfrastruktur:

  1. Akses jalan tersedia baik
  2. Listrik PLN
  3. Air bersih
  4. Telepon
Tags:

Counter

  • Site Counter: 585,606
  • Unique Visitor: 37,364
  • Registered Users: 81
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 165
  • Unpublished Nodes: 2
  • Server IP: 111.68.119.188
  • Your IP: 38.107.179.223
  • Since: 2009-10-06 07:49

Poling

Bagaimana iklim investasi di Kabupaten Banyumas?
Sangat Kondusif
0%
Kondusif
50%
Cukup Kondusif
50%
Kurang Kondusif
0%
Total suara: 2