Prospek KA Purwokerto-Tegal

By master - Posted on 12 Agustus 2009

 Pengadaan sarana kereta api (KA) jurusan Purwokerto-Tegal merupakan investasi yang cukup prospektif. Hasil O-D Survey Nasional (2001) menunjukkan, pergerakan penumpang angkutan umum Purwokerto-Tegal mencapai 3.616.953 orang per tahun. Apabila diasumsikan 20 persen dari jumlah tersebut menggunakan jasa KA, maka sedikitnya ada 723.391 orang “penumpang potensial” per tahun atau 1.982 orang per hari.
Selama ini, penumpang regional Purwokerto-Tegal dilayani oleh angkutan umum bus. Pangsa pasar terbesar jalur ini adalah penumpang tujuan Slawi, Prupuk, dan Bumiayu. Pada umumnya, mobilitas penumpang untuk urusan kerja, dagang, dan pendidikan. Sebetulnya, jalur Purwokerto-Tegal telah terhubung jaringan rel KA yang dibangun Belanda pada tahun 1922. Jaringan rel yang membentang sepanjang 95 kilometer, melintasi sepuluh stasiun besar dan kecil, setiap harinya dilalui 66 rangkaian kereta. Sayangnya, hinga kini belum ada rangkaian KA khusus yang melayani penumpang regional Purwokerto-Tegal.
PT Kereta Api (PT KA) telah membuat analisis invetasi pengadaan KA regional tersebut. Estimasi nilai investasinya sebesar 30 milyar rupiah, dengan prediksi pengembalan modal selama 3 tahun 7 bulan. PT KA Daerah Operasi (DAOP) IV Semarang dan DAOP V Purwokerto membuka kesempatan luas bagi calon investor yang berminat menanamkan modalnya. Sementara, Dishubtel Provinsi Jawa Tengah akan mendampingi investor dalam mengurus perizinan. ***
 
Purwokerto Kota Tujuan Investasi
Letak Kota Purwokerto yang sangat strategis mendorong berbagai pihak selalu berorientasi pengembangan di kota ini. Berbagai perusahaan skala regional maupun nasional menjadikan Purwokerto sebagai kantor regional yang mengkoordinasikan Jawa Tengah bagian selatan barat. Berbagai jenis industri pengolahan dan jasa telah berkembang di kota Purwokerto, baik skala besar, menegah maupun kecil dan mikro. Beberapa indutri yang menonjok anatara lain:

  1. minyak atsiri (penyulingan skala kecil sampai industri refining),
  2. pengolahan kayu alba (saw-mill skala kecil sampai industri veneer - laminated/jointing board),
  3. industri gula merah (kelapa), industri penetasan telor (DOC),
  4. industri  makanan khas (tradisional) yang kesemuanya tadi berbasis agro.
  5. Industri logam tradisional maupun berteknologi tinggi

Peluang investasi prospektif industri pengolahan antara lain industri packaging, agro industri maupun industri padat karya, karena telah tersedia tenaga kerja yang relatif murah namun produktif di kabupaten Banyumas.
Disamping sebagai pusat pemerintahan regional Jawa Tengah karena bekas ibukota karesidenan, kota Purwokerto juga mendapat predikat sebagai kota wisata dan kota studi.
Purwokerto pernah berstatus Kota Administratif, dan sampai dewasa ini masih dalam pengkajian mendalam untuk secara administratif melalui pemekaran menjadi wilayah pemerintah tersendiri sebagai Pemerintah Kota Purwokerto.
Keberadaan Universitas Negri Jendral Sudirman beserta 11 perguruan tinggi negri dan swasta lainnya, 1 stasiun televisi, 2 perusahaan taxi, 18 bank (umum maupun devisa) milik Pemerintah maupun swasta, serta berbagai pusat perbelanjaan merupakan indikasi bahwa Purwokerto memang mengindikasikan sebagai kota tua yang mulai tumbuh berkembang menjadi kota modern.
 

Counter

  • Site Counter: 585,469
  • Unique Visitor: 37,362
  • Registered Users: 81
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 165
  • Unpublished Nodes: 2
  • Server IP: 111.68.119.188
  • Your IP: 38.107.179.220
  • Since: 2009-10-06 07:49

Poling

Bagaimana iklim investasi di Kabupaten Banyumas?
Sangat Kondusif
0%
Kondusif
50%
Cukup Kondusif
50%
Kurang Kondusif
0%
Total suara: 2