PT. Takasago Indonesia

Versi ramah cetakSend to friendPDF version

Kelahiran PT Takasago Indonesia berawal dari kegiatan Fujita, Kasiogi dan kawan-kawan 15 tahun meneliti pohon kayu manis (Cinnamomun Burmani BL) di Indonesia untuk kebutuhan PT. Takasago di Jepang yang dilanjutkan Hamazaki dan Harmono sekitar 3 tahun (1975 – 1978). Hamazaki melihat tanaman kayu manis cukup melimpah di Kabupaten Banyumas dan belum dimanfaatkan (diolah) secara maksimal oleh penduduk setempat. Lahirlah ide untuk mendirikan perusahaan patungan Indonesia-Japan yang bergerak di bidang pengolahan minyak atsiri, hasil pertama tentu minyak kayumanis (cassia oil).
Takasago Indonesia
1 Juni 1979 berdirilah PT Takasago Indonesia perusahaan pengolahan minyak atsiri yang bertempat di desa Tambaksogra Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Orang yang pertama menjadi partner adalah Bp.Pringgodigdo dari PT.Konsultasi Pembangunan dan KUD Bahtera Baturaden. Dengan surat persetujuan dari BKPM No.13/PMA/1980 Peresmian dilakukan pada tanggal 3 Juni 1981 oleh Presiden Direktur Takasago International Corporation.Berbekal ijin diversivikasi produk dari BKPM No.58/VI/PMA/1984 tanggal 25 Juni 1984, selain tetap diproduksi minyak kayu manis, juga diproduksi minyak nilam, ekstrak cabai, tepung daun kayu manis, ekstrak vanili dan ekstrak jambu oleoresin
Ekspansi berlanjut di tahun 1996 dengan ijin dari BKPM No.121/II/PMA/1996 pada tanggal 7 Mei 1996 dan akta perubahan oleh notaris H.M Afdal Ghozali No.73 tanggal 15 Februari 1996.
 
PRODUK
 
Berbagai jenis minyak atsiri selain Minyak Kayu Manis yang diolah di Indonesia yang menjadi komoditas ekspor, diantaranya Minyak Nilam, Minyak Cengkih, Minyak Kenanga, Minyak Akar Wangi, Minyak Sereh, dan lain-lain. Demand atsiri dunia terbesar pada minyak nilam dan sekitar 90 % dipenuhi oleh Indonesia.
 
Keberhasilan R & D PT. Takasago Indonesia ditunjukkan dengan keberhasilan mengembang-kan teknologi refining terhadap minyak nilam produksi penyuling binaan (Perajin Nilam Lokal) menjadi dua grade/varian. Hasil refining Varian1 adalah Patchouli Oil DM dan Varian2 adalah Patchouli Oil LCTP.
Dewasa ini selain menghasilkan minyak nilam (Patchouli Oil), PT.Takasago Indonesia juga memproduksi Jambu Oleorisin yang bahan bakunya diperoleh dari kebun sendiri.
 
Kualitas minyak atsiri PT Takasagi dijamin melalui 2 tahap proses pengujian sample. Tahap yang pertama dilakukan di Laboratorium PT. Takasago Indonesia sendiri dan tahap kedua oleh Laboratorium Independen Sucofindo. Setelah lolos uji kualitas, produk tersebut dinyatakan siap untuk diekspor.
 
PEMASARAN
 
Sejak awal berdirinya hingga saat ini, hasil produk PT.Takasago Indonesia seluruhnya diekspor keluar negeri. PT.Takasago Indonesia mensuplai kebutuhan akan minyak atsiri untuk memenuhi kebutuhan Takasago Group yang ada di Negara Asia dan Eropa.
 
Pemanfaatan peluang ekspor minyak atsiri relatif masih kecil dibanding jumlah kebutuhan minyak atsiri dunia, oleh karenanya masih terbuka peluang investasi industri minyak atsiri ikut aktif berperan dalam medatangkan devisa dan membina perajin industri kecil minyak atsiri.
 
DUKUNGAN PEMERINTAH
 
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas sangat mendukung perkembangan industri ini, melalui insentif fasilitas penanaman modal, pembinaan industri kecil minyak atsiri yang cukup banyak terdapat di Kabupaten Banyumas maupun berbagai layanan administrasi publik yang diperlukan dunia usaha. Lebih dari itu bonafiditas dan keinginan maju para perajin minyak atsiri sebagai cerminan masyarakat Banyumas pada umumnya tentu menjadi bagian dari factor pendukung kemajuan PT Tagasagi Indonesia sampai saat ini.
 

Counter

  • Site Counter: 585,698
  • Unique Visitor: 37,365
  • Registered Users: 81
  • Unregistered Users: 0
  • Published Nodes: 165
  • Unpublished Nodes: 2
  • Server IP: 111.68.119.188
  • Your IP: 38.107.179.220
  • Since: 2009-10-06 07:49

Poling

Bagaimana iklim investasi di Kabupaten Banyumas?
Sangat Kondusif
0%
Kondusif
50%
Cukup Kondusif
50%
Kurang Kondusif
0%
Total suara: 2