
Bendung Gerak Serayu (BGS) -diresmikan oleh Presiden RI Soeharto pada bulan November 1996, berfungsi mengairi lahan-lahan pertanian di Kabupaten Banyumas bagian selatan. Debit air pada musim penghujan mencapai 700 meter kubik per detik. Jumlah yang dimanfaatkan untuk irigasi sekitar 32 meter/detik (sekitar 20 persen), sedangkan 80 persen sisanya belum termanfaatkan.
Untuk memanfaatkan potensi tersebut, direncanakan dibangunnya pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) sebagai sumber energi baru. Bagaimana pu, PLTMH akan mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Pembangkit jenis low head-run off river termasuk jenis energi bersih lingkungan. Kelebihan lain, pemanfaatan energi air BGS tak merubah pola pengaturan pemanfaatan air Sungai Serayu. Kurva debit musim hujan dan kemarau bnedungan ini tergolong bagus, bahkan terbaik dari sekitar 5.986 sungai di Indonesia.
Produk PLTMH yang terletak di Kecamatan Rawalo ini dapat dijual ke PLN melalui jaringan yang dipersiapkan, yakni pemanfaatan energi air atau energi alternatif –selain bioenergi etanol. ***