SEMARANG - Pemerintah perlu memberikan insentif untuk mendorong masuknya investor domestik di lantai bursa, menyusul masih minimnya jumlah rekening dalam industri pasar modal yang hanya di kisaran 350.000 unit saja. Hal ini sangat kontras dengan jumlah rekening di perbankan konvensional yang menembus angka diatas 50 juta unit.
Ketua Komite Tetap Kebijakan Keuangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Avi Y Dwipayana mengatakan, saat ini baru 30% transaksi investor lokal yang aktif sedangkan sisanya dikuasai investor asing. Dengan pemberian insentif ini diharapkan pemodal lokal bisa lebih aktif dan ketergantungan dengan investor asing semakin berkurang.
Untuk itulah Kadin bersama dengan BAPEPAM-LK, Bursa Efek Indonesia (BEI), KSEI dan KPEI kembali menggelar Roadshow Pasar Modal 2 bertema ’’Invest For You Future’’ dari mal ke mal. Sebelumnya sudah digelar di Tunjungan Plaza Surabaya 26-28 Maret, termasuk di Mal Ciputra Semarang 2-4 April, Mal Kelapa Gading Jakarta 16-18 April, Mal Taman Anggrek Jakarta 14-16 Mei, serta di Paris Van Java Bandung pada 24-26 September 2010.
’’Sebenarnya beberapa tahun lalu ditargetkan bisa mencapai 5 juta rekening tapi sepertinya masih belum bisa. Berbeda dengan Malaysia yang penduduknya tak sebesar kita hanya beberapa puluh juta saja, tetapi rekening disana sudah 4,5 juta unit,’’ ujar Avi di sela Roadshow Pasar Modal 2 di Mal Ciputra Semarang, akhir pekan lalu.
Sosialisasi dalam roadshow ini terus dilakukan mulai dari promosi produk baru di pasar modal, pengunjung juga bisa melihat langsung transaksi pasar modal yang terintegrasi (one stop shopping). Stan-stan peserta seperti Trimegah Securities, IPOT, CIMB, GK, Pratama Capital Securities, PNM Investment Management, Mandiri Sekuritas, Dirjen pajak, BNI Securities dan Sinarmas Group ditata apik dan berkesan santai menggunakan payung-payung besar seperti di pantai.
’’Kami tidak ingin membuat pasar modal terlalu serius bagi pengunjung dan terbukti mereka tertarik mau mendekat mencari informasi lebih jauh,’’ ungkap Iwan Margana Presiden Direktur Pratama Capital sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Kebijakan Keuangan Kadin Indonesia.
Iwan menambahkan, saat ini kemudahan transaksi melalui online trading yang sudah banyak diterapkan oleh perusahaan sekuritas juga mendorong para investor untuk lebih aktif di lantai bursa.
’’Selain sarana promosi produk, even seperti ini juga menjadi sarana penjualan langsung oleh perusahaan efek anggota bursa dan non anggota bursa yang terdaftar di BAPEPAM-LK dalam rangka meningkatkan jumlah investor lokal,’’ paparnya. (J14-59)
ref: suaramerdeka.com